pare: belajar dalam kesederhanaan (part 2)

Posted: Mei 20, 2013 in catatanku..
Tag:, , , , , , ,

mau pinter gak harus mahal kan 

pare: belajar dalam kesederhanaan (part 2) photo tumblr_mis12xUr1K1qil46jo1_1280_zps75b7369b.jpg

OK, setelah di part sebelumnya saya ndongeng kenapa sampai mbolang nan jauh ke pare, now in this part , I will explain about <capslock mana capslock….>MY IMPSSION” , yapp…kesan saya ketika datang dan nimba ilmu di kampung yang sering di juluki “kampoang inggeris” itu.

pertama-tama kenapa di juluki kampung inggris 

karena saya gak ikutan punya kampung jadi gak tau,hehe

apa jangan-jangan di situ banyak orang inggris kali ya?

nggak juga, selama di sana saya ndak nemu bule sama sekali, nggak tau lagi klo setelah pulang dari situ bulenya pada nongol semua *….upss, di kira saya hantu apa hehe*

terus??

sepengetahuan saya yang  jelas banyak tempat les-lesan bahasa inggris di situ. ya itu, cuma itu yang saya tahu

berapa banyak??

sekampung mungkin, lebih malahan *kayaknya*.  sahabat pernah lihat pasar malam kan, ah gitu itu. di situ tempat les bahasa inggris bisa di ibaratkan kayak pasar malam. pusing milih saking buanyaknya, lengkap pula. ada yang cuma jualan conversation, speaking ga pake grammar, ada yang jual lengkap plus asrama biar tambah mantep, ayo di jual dijual…*timpuk pake sendal*

Ok, kembali ke topik. kesan di sana yah, hmm.. gimana ya?? kalau waktu pertama kali menjejakkan kaki di situ kesan pertama yang saya rasakan adalah <capslock> SURPRIZE, why? sebelumnya gk pernah kebayang klo ada tempat belajarnya kayak gini. Sangat sangat minimalis, karena minimnya sampai-sampai pinggir jalanpun jadi tempat belajar. Tinggal bawa papan, gelar tikar trus pasang deh pengumuman “dilarang berisik, lagi belajar…tambah emotion orang ketawa di papannya hohohoho”

'mu_cu'1512

ni penampakannya. tuh kan…coba deh perhati’in posisi di mana itu posisi. sebelah kiri tu apa. yupp…jalan raya langsung tanpa pagar. kita dengan jalan raya hanya terpisahkan oleh sebuah selokan kecil *cek gambar klo ga percaya*. benar-benar menyatu dengan *jalan…upss* alam. repotnya lagi klo pas ada cewe cantik atau cowo ganteng nongol. bisa break 10 menitan deh itu cuma buat mengagumi ciptaan-Nya *just kidding*. oh iya, makannya ga di sini juga kali yaa, ini kebetulan aja moment lagi ada yang ultah. trus rame-rame deh kita todong dia buat traktir makan pagi *yang ultah lagi bawa nampan kayaknya,hehehe…*

selain tempat belajarnya yang unik para pengajarnya juga ga kalah uniknya. Mereka datang dari latar belakang yang aneh2. Pernah nih ya pas pertama kali mau daftar di sana sepeda motor yang saya kendarai bocor. terus mau gk mau *dan harus mau* mampirlah diriku ke tempat tambal ban. Kebetulan tempat tambalnya ga jauh dari * calon* tempat les yang akan saya daftar. waktu itu saya masih ingat si tukang tambal ban yang nambal ban saya orangnya item, rambutnya gondrong, dst *bukan bermaksud menghina lho tapi ini nyata dan apa adanya*. setelah selesai di tambal, saya lanjut ke tempat les dekat situ untuk melamar mendaftar jadi murid di sana. karena planning rencana cuma 1 bulan, sekalian aja coba maksimalkan dengan ambil paket asramanya juga.

setelah urusan daftar dah beres, tinggal tunggu tanggal mainnya masuknya. Sehari sebelum masuk saya sudah packing nyiapin peralatan tempur buat sebulan di sana. Setelah packing beres langsung tancap gas dah menuju ke asrama di pare. Pas pertama kali nyampe di asrama saya di sambut sama mas tukang tambal ban yang kemarin sempat nambal ban saya yang bocor. Kali ini masnya gak lagi pegang kompresor tapi pegang semprotan tanaman (waktu salaman sambil mikir ” nih mas kerjanya apa’an sih? nambal ban iya, nyiram tanaman a.k.a tukang kebon iya”) ahh, ya sudah lah..habis salaman kita langsung ngobrol2 bentar di teras depan. Setelah ngobrol panjang lebar ternyata eh ternyata si mas tambal ban ini selain nambal ban juga nambalin orang yang bahasa inggrisnya pas-pasan *kayak saya,heuuu*. Dengan kata lain ternyata beliau adalah mentor di asrama yang saya tempatin selama sebulan ke depan plus sebagai pengajar di tempat lesnya (Melongohh pas dengar masnya cerita)

singkat cerita ternyata dulunya mas tambal ban atau yang akrab di panggil Mr. jontor (jontor karena mungkin bibirnya agak manyun ke depan “ini panggilan sayang kita selama di asrama,hehehe…”) adalah seorang anak jalanan. kemudian beliau bi bawa ke pare buat les bahasa inggris. kemudian beliau memperdalam ilmunya di kampung inggris sampai akhirnya jadi mentor di sana. ada yang mau lihat penampakkan Mr. jontor??

 penampakan mr. jontor

ketemu yang mana orangnya?? itu yang paling ganteng pokoknya( pake baju putih sebelah kiri sendiri),hehehe…overall pengalaman selama saya les di sana ternyata melebihi expectation. niat cuma pingin nambah ilmu ternyata dapat pelajaran berharga yang mungkin seumur-umur gak akan saya temui di bangku sekolah formal. nyari ilmu di tempat sederhana kayak gitu ternyata ga kalah asyik dan seru di bandingkan tempat yang ber-AC dan *biasanya* mahal. coba bayangin pengajarnya aja mantan pengamen, anak jalanan, tapi urusan ilmu kemampuan bahasa inggris jangan di tanya, ibarat ” ga ada bule, mereka pun jadi”. sekali lagi di kampung inggris ini saya di ingatkan bahwa ilmu bisa datang dari siapa saja tanpa pandang bulu. gak peduli kamu gak lulus SMA, SMP bahkan SD sekalipun kalo sahabat punya skill mumpuni kenapa nggak, dan ini yang bikin berkesan buat saya. mereka gak bertitel ustadz tapi selama di sana kita selalu di bangunkan untuk sholat subuh, dan mereka pun gak lupa untuk sholat malam. trimakasih para mentor saya di pare, kalian adalah orang-orang hebat. walaupun kalian tidak di didik secara formal tapi kalian di didik oleh kehidupan

Photobucket
Salam Persahabatan ,-

~Semoga Bermanfaat~

thank’s to :my GOD,keluarga, serta para sahabat blogger yang telah menginspirasi terciptanya artikel ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s